Burak Siluman


Seorang jejeka alangkah tampan
hanya kakinya telapok kuda.
'Bunda, apa nasib menimpa ananda
kakiku bukan kaki manusia'

'Anakku seorang hanya!
Ayah bertahta di Kerajaan Siluman
Anakku seorang hanya!
Bundamu dikutuknya, bundamu terlunta'

'Mengapa ayah tak pernah datang
mengapa tak menjenguk anaknya seorang?'

'Kita terusir dari halaman istana
karena bunda ingkar pada janji
Lewat tengah malam bunda belum pulang
ke Kerajaan ayahmu Negara Siluman
Mengayuh subuh bunda terkenang
kan pulang sebelum tengah malam.

Lewat Dinari bunda pulang
tapi jalan kehilangan arah
Kan kembali ke kampung orang
Bunda lenyap di mata manusia.

Dua belas bulan kau bunda kandung
lahirmu matahari tertutup mendung
tangismu diantar guruh mengguntur
malamnya pada bangkit mahluk kubur'

Seorang jaka alangkah tampan
Tapi lahir beralaskan daun bakung.

'Kau warisi paras ayahanda, tampan
dan wasiatnya yang bunda dengar dalam mimpi:
adalah menjadi mangsamu perawan
yang tengah hari sendirian turun ke pancuran'

Seorang jaka alangkah gagah
tapi kakinya telapok kuda.
 
   
"Puisi: Burak Siluman (Karya Ajip Rosidi)"
Puisi: Burak Siluman
Karya: Ajip Rosidi

Post a Comment

loading...
 
Top