Pagi
Gerimis seperti jarum-
jarum jatuh. Pada seng
dan subuh, seribu gugur
dari sebuah jam yang jauh.

Kelelawar pun menjerit
luka; tertusuk
pada matanya. Aku telah lihat darahnya.

Dan bayang pada lari
meskipun tak ada tempat
sembunyi. Meskipun tak ada
tempat sembunyi.
  
1976
"Puisi: Pagi (Karya Aldian Aripin)"
Puisi: Pagi
Karya: Aldian Aripin

Post a Comment

loading...
 
Top