loading...

Sajak tentang I Mawit

Mungkin saja kau tak lihat sosok bayangannya lelaki tua
pernah kehilangan kemerdekaannya
yang tetes keringatnya dirampas untuk negara
saat luluh penyesalan demi penyesalannya
mungkin saja keluhmu ada dalam keluhnya

I MAWIT tua yang tak sadar akan haknya
insan sederhana yang berucap dengan hatinya 
"saya bodoh, tidak tahu harus berbuat apa"

Bah, cita-cita sederhana 
ternyata tak sejalan dengan tatacara
dan itulah salah
dan itulah pelanggaran
I MAWIT menebusnya masuk lembaga pemasyarakatan.

Hari ini pak tua tak lagi menyapa
matahari yang rindu seribu upacara kampungnya
yang ada hanya resah
"sakitlah bila sakit karunia bagi istriku,
berhentilah sekolah bila jalan tergampang
bagi penghematan keluarga",
dan I MAWIT menatap kosong persada BALI nya
remuk menimbun nasib
makan dan hutang, liar perburuan 
"BATHARA, aku rindu keadilan itu".
tapi itu tak diserukan!

Jakarta, 1980
"Puisi: Sajak tentang I Mawit (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Sajak tentang I Mawit
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top