Surat Seorang Anak Pulau

Seorang anak menulis surat kepada
malaikat yang pernah ditemui dalam mimpi
penyelamat pernah diceritakan gurunya yang penyakitan:

Pulau ini kian sepi hari ke hari
sejak guru tambah sakit
segala apa terus membelit
ketika senja hilang nuansa
laut dan ombak tak menyapa
angin mengoyak udara
sekolah kami roboh
sisakan kenangan pahit dan senyum bodoh
anak-anak kembali melaut ikut bapaknya
perempuan merajut jala di teritis rumah.

Guru rindu pulang tanah kelahiran
di daratan, namun tak apa pun dia punya
sesiang aku menangis panjang di sisi baringnya
doa apa lagi harus kulantunkan.

Bogor
Oktober, 1995
"Puisi: Surat Seorang Anak Pulau (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Surat Seorang Anak Pulau
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top