Bisnis

header ads

Puisi: Al'Isyq (Karya Mustofa Bisri)

Al'Isyq

Bintang-bintang ceria. Kereta senjata.
Tanganku yang manja.
Bangku Tua. Betismu yang belia.
Warung siang. Majalah-majalah usang.
Lututmu yang merangsang.

Dingklik antik. Jemariku yang menggelitik.
Malam senyap. Kamar pengap.
Nafasku yang megap-megap.
Purnama di genting kaca. Pahamu yang menyala.
Mentari berseri. Gang-gang berkelok.
Pinggulmu yang elok.
Becak berlari. Kelakianku yang menari.
Bus-bus nakal. Tiang-tiang terminal.
Nafsuku yang binal.
Jalan panjang. Lehermu yang jenjang.
Gardu telpon. Hujan rintik.
Rambutmu yang cantik.
Pasar asing. Dadaku yang bising.
Rumah kuna. Dipan sederhana.

Mataku yang terpesona.
Bantal tanpa warna. Tidurmu yang lena.
Baju hitam. Kutang kusam. Celana dalam.
Matamu yang terpejam.
Ketiak apak. Mulut mendongak. Puting papak.
Bulu-bulu rampak.
Setanku yang merangkak.
Langit fajar. Mushalla terlantar. Tikar terhampar.
Sujudku yang hambar.

Semua saksi
Tak mencatat kencan-kencan kita
Juga tanda-tanda sayang
Yang kutebar di sekujur dirimu
Sirna entah ke mana.
Sementara hingga kini
Bau lipatan-lipatan tubuhmu
Masih mengganggu perjalanan ibadahku
Apakah cinta kita tak utuh
Mengapa kita tak juga bersetubuh?

23 Desember 2005
"Puisi: Al'Isyq (Karya Mustofa Bisri)"
Puisi: Al'Isyq
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)

Posting Komentar

0 Komentar