A La Beelzebul

Penyaliban hanya terjadi sekali
yang kedua sinambung saban hari
dalam akunya kita yang berlagak pilon
ngotot mengunci hati atas getaran cinta
padahal jantung berdenyut tahu itu peringatan.

Terlalu lama zaman pembiadaban
merajalela mengganti zaman pembudayaan
di darah kita yang berpacu dalam kemacetan
lantaran tak terjalinnya cinta selaku pengurbanan.

Jika aku di sini apakah kau juga
mau membaca perasaan yang telanjang
atau kita sama-sama berbaju kebesaran
dan buat yang tidak pernah dibuat orang
mengharap orang menyebut kita beelzebul?

Terhadap pikiran pun tersedia salib!

"Puisi Remy Sylado"
PuisiA La Beelzebul
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Loading...

Post A Comment:

0 comments: