Ibadah Separuh Hati

Kuletakkan hatiku pada meja perjamuan. 
telah sepanjang usia aku merendamnya dalam
darah. jiwa yang mengaliri doa-doaku
saban hari.

Makin lama aku makin tahu
Tuhan cuma memberiku matahari terbit
dan terbenam.

Jadi, biarlah kuletakkan hatiku
pada cawan. hidup dan matiku ada dalam jari
yang memain-mainkan garpu: menciptakan
musik aneh dalam setiap aminku!

"Puisi: Ibadah Separuh Hati (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Ibadah Separuh Hati
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top