Lepas Subuh di Bumi Raja I

Saat jiwa tergetar menatap gunung wingit
sementara doa tak henti sentuh langit
laut menghardik
bumi terbadik
dusun tua tercabik
rumah kuna luluh kumuh
sisakan serpih tak lebih
fajar kehilangan cahaya timur
mengiring raib nasib dan umur
satwa kehilangan nuansa
dusun dan kota kehilangan tanda
manusia kehilangan daya
yang sisa tumpukan luka.

Seseorang menangis di bawah gapura
keluh dipatri di cakrawala-doa mengeram di dada
memanggili nama sang raja
mencari kaki pelangi di langit kota
pelangi tiada-terhela getar gempa
seseorang melompat:
kita belum sekarat
dunia belum kiamat
zikirkan ha na ca ra ka!

Teratak Gondosuli,
Juni 2006
"Puisi: Lepas Subuh di Bumi Raja I (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Lepas Subuh di Bumi Raja I
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top