loading...

Memandang Prisma dari Lereng Merapi

Memandang prisma di pagi cemerlang
mengeja prosa kehidupan
bumi subur dalam jiwa menembang
damai itu langit biru tanpa bau mesiu
sementara di belahan barat yang jauh
raung murka berkelebatan
merobek-robek kota peradaban.

Jiwa berkidung runduk dan runduk
mensyukuri yang layak disyukuri
mencermati yang harus dicermati
segala masih bisa dikidungkan di sini
saat mawar mekar di lereng Merapi.

Sang Resi bersaksi di tahta gunung suci
penuh kasih usap jiwa perempuan kembara
"Berkidunglah, ya perempuanku
selagi hidup dan kehidupan
masih bisa dikidungkan
bersyairlah, ya perempuanku
tanpa ubah arah langkahmu".

Lereng Merapi
Maret, 2003
"Puisi: Memandang Prisma dari Lereng Merapi (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Memandang Prisma dari Lereng Merapi
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top