loading...


Surabaya dan Topeng-Topeng

Saudara tuaku masih setia seperti dulu
mewarnai hari-hari sepanjang musim
membiarkan uban semakin menyemak ilalang
membiarkan orang memekik dan menantang
dan topeng-topeng di panggung
dan nyala oncor di jantung
buang rasa keduwung.

Orang-orang lelamisan
mengambil topeng-topeng
panggung suwung
topeng-topeng ada di wajah-wajah
lalu semua menjadi sajak gelap
kukenali kejujuran
hanya lewat suara hati.

Surabaya, 1994
"Puisi: Surabaya dan Topeng-Topeng (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Surabaya dan Topeng-Topeng
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top