Agustus 1991
Malam Rabiul Awal

Kuingin
Malam-malam bersua denganmu
Kala hujan turun
Membasah kalbu.

Ia sempurna
Tapi bukan dewa
Bukan juga Pencipta
Ia manusia seperti kita.

Kuingin
Malam-malam bersua denganmu
Kala hujan turun
Membasah kalbu.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiMalam Rabiul Awal
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Dasa Prastawa

Berikan alkohol kepada peminum
Ia telah mati sebelum meninggal.

Bukan saat lapar timbul ide jahat
Juga dalam kenyang orang makin rakus.

Berselingkuh mungkin vetsin
Bercerai pasti terasi.

Bebek tidak punya jenderal
Tapi pintar berbaris-baris.

Cinta yang diucapkan kepada sundal
Dianggap tip atas kerja mesumnya.

Cemburu dalam bercinta adalah garam
Menyatakan curiga menyalakan kemarahan.

Nyamuk cuma serangga lembek
Belalainya dapat menusuk daging.

Hati orang jahat ibarat televisi rusak
Sudah diperbaiki masih jelek gambarnya.

Berikan kasih kepada yang tertindas
Terima kasihnya adalah doa syukur.

Di antara pengikut tepercaya ada yudas
Jangan kira dalam persatuan tiada duri.



"Puisi Remy Sylado"
PuisiDasa Prastawa
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Dari Ibunda tentang Sola Gratia

Kalau aku bisa kembali ke rahim ibunda
dan punya kuasa menawar untuk lahirku zakiah
melupa waris pelanggaran Adam di babak Genesis
aku minta sekarang pada sembilan nama malaikat
lepaskan cawan yang telah menarik perhatian
keturunan ular beludak memalamkan siang.

Seandainya boleh aku tidak berojol
dengan kejemawaan hak sulungnya Kain
setelah menunggu sembilan bulan hamil ibunda
di bawah lilin-lilin bersorak: Joy to the world
maulah aku menamatkan usia tanpa bimbang
di adegan terakhir babak Apocalysis.

Yang mukhlis kuserukan namanya
atas logos yang menjadi daging
mari nuzul dalam rohku
mari mendarah dalam jisimku
benderang terus dalam kenangan lugu
menikmati bayang-bayang melintas di kala selonjor
ada saat menutup mata lebih indah dari membukanya.

Aku kira sudah telanjang
nuraniku menjadi tempat memarkir
namun roda-rodaku tidak usah berhenti
sebab keretaku kadang ke kiri kadang ke kanan
sengaja tersandung dan menikmati enaknya bahaya.

Dari ibunda aku melafaz fasih kesungguhan sola gratia.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiDari Ibunda tentang Sola Gratia
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Kapel Sistine

Michelangelo merampungkan lukisan Sistine
Tentang Tuhan di Kejadian sampai Wahyu
Dia mengumpati Paus sebab honornya telat
Tapi kita memujinya sebagai karya kesalehan.



"Puisi Remy Sylado"
PuisiKapel Sistine
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||
Di Jam-Jam yang Berjalan

Jarum jam berjalan mengantar rahasia
yang tersembunyi di balik bunyi detik
Berapa kali kita bisa melihat fajar
tak ada yang tahu, termasuk Yesus
orang Nazareth yang terpenjara
di mimbar-mimbar kanisah.

Kemarin aku sudah bermimpi
berjalan di tengah-tengah bunga
Dan menutup telinga
memejamkan mata
atas kesenangan
yang berubah menjadi racun.

Kira-kira siapa yang bisa berkata
waktu yang masih tersisa buatku
bisa melanggengkan cinta
dalam hidup yang begitu singkat.

Di jam-jam yang berjalan
pada setiap perayaan ulang tahun
bertambah usia dari tahun kemarin
berkurang usia pada tahun mendatang.


"Puisi Remy Sylado"
PuisiDi Jam-Jam yang Berjalan
Karya: Remy Sylado

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||