Ketika Bunga Ditabur Atas Pusara Tak Bernama

Hari ini kita melangkah satu arah
gagah bagai tembok-tembok makam
wajah sekeliling serius penuh janji
menatap nisan-nisan putih
perekam berita ziarah
'resapkan cinta tumpah darah
ketika bunga ditabur
atas pusara tak bernama.

"Ibuku lahirkan manusia utama
batu dasar dan pilar penyangga
kokoh nusa kokoh bangsa
tiupkan nafas putih padat kasih
lewat pori tanah di tapak kakimu
antara doa-doa terucap
pada hari-hari begini
rindu kesejatian"

Seorang prajurit muda tak bernama
menatap antara kerjap
lewat bayang pohonan rindang
kesiurkan angin makam hari ini
ketika bunga ditabur
atas pusara tak bernama
dan kita selesai diam-diam
melangkah pulang berpencar arah.

Jakarta, 1990
"Puisi: Ketika Bunga Ditabur Atas Pusara Tak Bernama (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Ketika Bunga Ditabur Atas Pusara Tak Bernama
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top