Ketika Semakin Memanjang
Jalan Lurus Berjalur Putih

Gemetar angin-angin gemetar harap
perempuan-perempuan sederhana
antara sunyi bebukitan dan hiruk pikuk kota
hembus pada padang tak pernah sepi matahari
melayang antara debu-debu uap bumi
memberi warna nyata atas cakrawala dan duka sirna
putih-putih perempuan-perempuan berbunga putih

Hari-hari telah lama berbunyi sendiri
mengabarkan bencana-bencana antara citra dan fakta
menghantar kala-hitam menyengat kehidupan
resah lagunya bangunkan sukma lelap dalam gelap
membuat semua menatap pada titik barat daya
dan tepiskan setiap belenggu intan memenjara
bersama semburat sorot mata.

Semakin memanjang jalan lurus berjalur putih
kala semangat menyatu mengoyak rengek manja
semakin berderap perempuan-perempuan berbunga putih
putih-putih!

Jakarta, 1978
"Puisi: Ketika Semakin Memanjang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Ketika Semakin Memanjang
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top