Santa Rosa

I
Kepada suami masa silamku, tak kutuliskan silsilah.
kitab tua di perpustakaan hatiku hanya mencatat
sejumput kisah kekalahan yang menyedihkan.
segerombolan serdadu berbaris bagai kanak-kanak.
pulang menuju rumah-rumah siput di punggung kerang.
menghabiskan sisa harapan yang remang, di antara 
gigi-gigi hiu retak.

Kepada para kekasihku, aku mencari tubuh yang cemas
dalam ruang kembara para pembakar. mereka berikan
onggokan-onggokan benda daur ulang. dengan mesin
pengatur suhu yang sempurna. kunikmati kehangatan
sunyi dalam sedetik puncak hausku yang panjang.
menuju kesia-siaan yang gila. aku tinggal teramat lama!

Aku ingin mendaki dan tinggal di puncak Himalaya.
agar dingin dan beku nafasku. lalu meledak dan
mengalirkan bencana.

Tapi aku letih bermimpi. 
rumah ini sempit dan kotor.
jika pun harapan itu tiba,
ia hanyalah segumpal waktu yang sia-sia.

Ninomaru Shogun Palace, 2001


II
Kutulis sajak cinta.
matahari berkumur uap telaga.
bidadari itu yang meniti lengkung bianglala.
lewat gorden jendela rumah tua yang compang.
menuju padamu.

Kuhitung debu usiaku.
setua inikah kebosanan?

Para perompak dan pencari harta karun
merampas perahumu.
matahari  jauh dan menggantung.
tak dalam peta.
kita buat telur ubur-ubur, agar menetas 
jadi onta. lautan berubah padang pasir.
karang-karang menjadi kubur raja-raja
dalam pyramid menjulang.
menyaksikan perjalanan tua kita yang
ringkih dan sengsara.

Wahai pelacur jantanku.
hisap putingku dengan seluruh resahmu.
tikam vaginaku dengan seluruh rencana ajalmu.
kukalungkan sanca penjaga dan kelabang
pelumpuh bagimu. sambil kunikmati waktu
yang membeku. jerit kijang di nafas
lapar leopard jantan.
untuk menuntaskan luka kecilku
yang membara.

Tikam aku berulang!

Hamburg, 2002
"Puisi: Santa Rosa (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Santa Rosa
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top