Surabaya dan Nama-Nama

Malam dan rembulan tak harus memabukkan
sementara hari lusa berpendaran
di antara nama-nama tereja dari lidah kita
nikmatilah karisma Surabaya
dalam semangat sajak-sajak tanah Madura
dan tetap Leo Kristi masih nyala
kita dengarkan nama-nama
terpanggil dari sejarahnya
jangan sandarkan pemahaman dalam bilik-bilik
yang memisahkan kita dari cahaya.

Kita ini orang-orang musim
lahir di setiap ruas buminya
pesisiran pedalaman perkotaan
senantiasa ada yang sama
gusti berkahi hasrat putih.

Surabaya, 1994
"Puisi: Surabaya dan Nama-Nama (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Surabaya dan Nama-Nama
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top