loading...

Surat dari Kota

Kukirimkan surat panjang hari ini, ibu
agar sampai padamu tepat kala
kibar bendera dan janur kuning
semarak di sepanjang jalan desa
baca satu-satu dan tanpa air mata
tak ada gunanya mengeluh, buang jauh-jauh
tak ada gunanya menyesali yang terjadi
hanya karena tak dapat ikut mengecap
sepiring nasi putih setelah lama merdeka
itu hanya derita kecil saja
dulu bapak bahkan membusung dada
menjelang peluru-peluru Belanda menghantamnya
ketika beragam siksa tak mampu membuat dia bicara
kau tidak kehilangan
masih berdiri aku di sini
penerus juangnya walau dalam bentuk yang beda.

Jakarta, 1977
"Puisi: Surat dari Kota (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Surat dari Kota
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top