Puisi: Metamorfose Kekosongan (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Metamorfose Kekosongan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Metamorfose Kekosongan Seperti inilah, aku letakkan ranjang dalam dadamu. kujadikan rongga-rongga ...

Read More »

Puisi: Lagu Asing di Sawah-sawah (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Lagu Asing di Sawah-sawah (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Lagu Asing di Sawah-sawah Dari tanah yang sama kugali sumur yang meluberkan madu. kuhisap dan kuku...

Read More »

Puisi: Nikah Pelacur Tak Punya Tubuh (Karya Dorothea Rosa Herliany)
Puisi: Nikah Pelacur Tak Punya Tubuh (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Pelacur Tak Punya Tubuh Kau bawa aku ke bukit asing: pengembaraan matahari yang menyebarkan ...

Read More »

Puisi: Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu (Karya Diah Hadaning)

Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu Ketika sepotong puisi terlepas dari buku yang menjepit setumpuk ...

Read More »

Puisi: Pada Satu Sisi Jalan Antara Menara Istiqlal  dan Puncak Kathedral (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Pada Satu Sisi Jalan Antara Menara Istiqlal dan Puncak Kathedral (Karya Diah Hadaning)

Pada Satu Sisi Jalan Antara Menara Istiqlal  dan Puncak Kathedral yang lepas dari tatap mata yang ...

Read More »

Puisi: Mimpi Seorang Lelaki Urban (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Mimpi Seorang Lelaki Urban (Karya Diah Hadaning)

Mimpi Seorang Lelaki Urban tentang Lahan dan Bulan kutulisi langit dengan debu kota menggugat na...

Read More »

Puisi: Kedung Ombo yang Dekap Gigil Sendiri (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Kedung Ombo yang Dekap Gigil Sendiri (Karya Diah Hadaning)

Kedung Ombo yang Dekap Gigil Sendiri Ara-ara adalah bercak kenangan hidup berkampung hari kemarin ...

Read More »

Puisi: Anak Baghdad yang Mencari (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Anak Baghdad yang Mencari (Karya Diah Hadaning)

Anak Baghdad yang Mencari Saudara Lelakinya Awan hitam mengapung di udara malam kota awal mula p...

Read More »

Puisi: Mrica Waduk dalam Suluk (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Mrica Waduk dalam Suluk (Karya Diah Hadaning)

Mrica Waduk dalam Suluk Barangkali masih tersisa keramahan hulu sungai serayu barangkali masih m...

Read More »

Puisi: Gumam Doa Perdamaian (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Gumam Doa Perdamaian (Karya Diah Hadaning)

Gumam Doa Perdamaian (Cucu lelaki tua Palestina yang menatap kosong tumpukan puing rumah keluarganya) ...

Read More »

Puisi: Abstraksi Baru Anak Indonesia (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Abstraksi Baru Anak Indonesia (Karya Diah Hadaning)

Abstraksi Baru Anak Indonesia I Ditatapnya lama-lama genangan panjang membelah kota mengalir l...

Read More »

Puisi: Kayutanam Desember Hari Keduabelas (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Kayutanam Desember Hari Keduabelas (Karya Diah Hadaning)

Kayutanam Desember Hari Keduabelas Gunung biru bersaksi Kayutanam sunyi sepi suara-suara tenggel...

Read More »

Puisi: Di antara Galau Juli (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Di antara Galau Juli (Karya Diah Hadaning)

Di antara Galau Juli Di antara galau pembaruan seseorang merasa kehilangan dipanggilnya angin ...

Read More »

Puisi: Tabir Misteri (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Tabir Misteri (Karya Diah Hadaning)

Tabir Misteri Mencoba menghulu waktu mencari batu dasar abad yang hilang kerajaan yang terjaga...

Read More »

Puisi: Sihir Gendang (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Sihir Gendang (Karya Diah Hadaning)

Sihir Gendang Gaungnya mengapung mengarus menggerus batu dan jeram di sungai tajam luka sema...

Read More »

Puisi: Setitik Debu (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Setitik Debu (Karya Diah Hadaning)

Setitik Debu Setitik debu lepas dari rambutku yang putih kelabu kutiup penasaran dan gigil raga ...

Read More »

Puisi: Setitik Harapan (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Setitik Harapan (Karya Diah Hadaning)

Setitik Harapan Setitik  harapan  kusandarkan di celah noda menjadi bajak bijaksana mengolah tana...

Read More »

Puisi: Mengenang Saat Ziarah (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Mengenang Saat Ziarah (Karya Diah Hadaning)

Mengenang Saat Ziarah Enam windu telah silam ketika satu pagi seorang bocah mendaki bukit kecil ...

Read More »

Puisi: Kelanjutan Sebuah Narasi I (Karya Diah Hadaning)
Puisi: Kelanjutan Sebuah Narasi I (Karya Diah Hadaning)

Kelanjutan Sebuah Narasi I Kota-kota mencipta sejarahnya sendiri lepas dari urutan waktu manusia...

Read More »

Puisi: Di Sebuah Tikungan (Karya D. Zawawi Imron)
Puisi: Di Sebuah Tikungan (Karya D. Zawawi Imron)

Di Sebuah Tikungan Di sebuah tikungan aku bertemu seseorang, sambil menyebutkan namanya yang tak m...

Read More »

Puisi: Lagu Petani (Karya D. Zawawi Imron)
Puisi: Lagu Petani (Karya D. Zawawi Imron)

Lagu Petani Pada tekstur tanah tegalan sehabis ayun cangkul musim penghujan ada corak hati menyi...

Read More »

Puisi: Padang Duplang (Karya D. Zawawi Imron)
Puisi: Padang Duplang (Karya D. Zawawi Imron)

Padang Duplang Telah sembunyi matahari ke laci bumi, tinggal padang mayat-mayat yang sunyi Gel...

Read More »

Puisi: Permainanmu (Karya Amir Hamzah)
Puisi: Permainanmu (Karya Amir Hamzah)

Permainanmu Kau keraskan kalbunya bagi batu membesi benar timbul telangkaimu bertongkat urat ditunja...

Read More »

Puisi: Kepada Penyair (Karya Ajip Rosidi)
Puisi: Kepada Penyair (Karya Ajip Rosidi)

Kepada Penyair Penyair. Kaulah prajurit terakhir Yang meski dengan pena patah, mesti menegakkan Kebenaran Kare...

Read More »

Puisi: Pelukis Affandi di Pasar Vittoria (Karya Ajip Rosidi)
Puisi: Pelukis Affandi di Pasar Vittoria (Karya Ajip Rosidi)

Pelukis Affandi di Pasar Vittoria Dengan jaket hitam dan topi merah dari wolita ia berjalan menyelinap sambi...

Read More »

Puisi: Surat Cinta Enday Rasidin (Karya Ajip Rosidi)
Puisi: Surat Cinta Enday Rasidin (Karya Ajip Rosidi)

Surat Cinta Enday Rasidin Kita telah pergi bersama senja yang tenggelam Masuk kerajaan besar yang juga lagi tengg...

Read More »

Pantun Air Mancur (Karya Ajip Rosidi)
Pantun Air Mancur (Karya Ajip Rosidi)

Pantun Air Mancur Air mancur di jalan Thamrin tempat mandi anak jalanan; Takkan keliru dengan yang lain kala...

Read More »
loading...
 
Top