loading...

Gumam Doa Perdamaian
(Cucu lelaki tua Palestina yang menatap kosong tumpukan puing rumah keluarganya)

Sungai Yordan masih membawa mimpi bocahnya
mengapung mengalir sesekali tersangkut-sangkut
sementara musim berganti telah menghadirkan
berbagai statemen baru tentang tanah airnya
dibawa ke meja-meja perjamuan oleh para negarawan
yang tampil penuh pesona dalam siaran-siaran
begitu meyakinkan menjanjikan harapan-harapan
tak bisa dimengerti setiap hari masih terjadi
bunyi senapan, nenek yang mati tak kembali
sungai Yordan telah pula bersaksi
banyak orang berkaca di permukaan airnya
masih dengan wajah kelam dan mata menyimpan
kilat belati, petang-petang dan pagi-pagi
Gaza yang pagar luka tak pasti kapan sembuhnya
di antara tumpukan puing-puing tiba-tiba
melintas wajah kakeknya tua dan letih
jubah lusuh berkibaran mengajaknya berjalan
ke mana, -sahutnya tak sadar bicara pada
diri sendiri yang telah dibenam mimpi
membuktikan perdamaian, -gumam kakeknya
penuh kasih sayang dan meninalenakan di pojok jalan.

Bogor
Januari, 1994
"Puisi: Gumam Doa Perdamaian (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Gumam Doa Perdamaian
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top