Kelanjutan Sebuah Narasi I

Kota-kota mencipta sejarahnya sendiri
lepas dari urutan waktu
manusia tua apung senyum di awang-awang
lukis keindahan tercipta dari bayang-bayang
dan kerakusan jadi balada lepasnya nyawa-nyawa
sementara bumi terus benihkan dosa-dosa
langit siram hujan tuba cipta keangkuhan jiwa
Belah akal jadi bekal sambut dajal
kuras daya jadi bara sambut duraka
bermain dengan nasib antar zaman anyir
berhala tertawa dalam jiwa
dajal bersarang di kepala
terdengar tabuhan gara-gara
perempuan kerudung hitam tangisi tanah merdeka.

Cimanggis
September, 2004
"Puisi: Kelanjutan Sebuah Narasi I (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Kelanjutan Sebuah Narasi I
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top