Padang Duplang

Telah sembunyi matahari
ke laci bumi,
tinggal padang mayat-mayat yang sunyi
Gelang kaki menyentuh batu
melengking menuduh langit
Di tangan gadis desa obor menyala
parasnya redup senja
Duh, tubuh harum bedak mangir!
baru seminggu melepas jamang
melangkah di atas bangkai
membalik mayat-mayat orang
Lalu sebuah jeritan panjang
disahut suara langit
menemukan takdir azali
Lelaki muda terlentang
terpecah pada kepala.

Aduh abang lakiku lanang!
Mengapa tidur di padang?
Mari pulang, marilah pulang!
Adik tidurkan di atas ranjang.

Haus rongga rasa
tak bertumbal apa pun jua
Dikucuplah luka lakinya
bagai mengucup air semangka
Lalu digotong laki tercinta
langkah bagai tak nginjak tanah
karena bumi menjelma bara.

Hening menyaput
Gugur kembang kemboja
Harum menyingkap langit.

"Puisi: Padang Duplang (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Padang Duplang
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top