Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu

Ketika sepotong puisi terlepas dari buku
yang menjepit setumpuk janji pagi hari
kau tersenyum bersama hangatnya mentari
Yogyakarta, ternyata kau masih ramah sekali
mendekapku dengan hati-hati
selagi aku sembunyi di sudut malamku
sambil menyusut peluh kelihatan campur debu
di punggung anak kesayanganku
yang selama ini setia menunggu
di sela-sela kesibukan kuliah kerja.

Ketika kutinggalkan 
ketika kukenangkan 
ketika kurindukan
ketika ku kembali pulang
Yogyakarta, kau masih yang dulu juga
belantara puisimu masih menanti, memanggil
aku menyelusup di semakmu
tapi aku seharusnya tak pergi sendiri
ada dia yang setia di simpang jalan utara.

Yogya, 1977
"Puisi: Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Yogyakarta, Rinduku Masih Untukmu
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top