loading...
Zagreb


Ibu itu datang, membawa sebuah bungkusan, datang jauh
dari Zagreb. Ibu itu datang, membawa bungkusan, berisi
sepotong kepala, dan berkata kepada petugas imigrasi yang
memeriksanya: "ini anakku."

Suaranya tertoreh
di beranda kantor tapal batas.
Orang-orang menoleh.
Cahaya cemas.

Jam di atas meja itu seakan-akan menunjuk
bahwa senja, juga senja,
tak akan bisa lagi meninggalkan mereka.

Lalu ibu itu pun mendekat, dan ia perlihatkan
isi bungkusannya, dan ia bercerita:

"Tujuh tentara menyeretnya dari ranjang rumah sakit, tujuh
tentara membawanya ke tepi hutan dan menyembelihnya,
tujuh musuh yang membunuh sebuah kepala yang terguling
dan menggelepar-gelepar dan baru berhenti, diam, setelah
mulutnya yang berdarah itu menggigit segenggam pasir di sela rerumputan."

"Kesakitan itu kini terbungkus di sini, dalam sisa kain kafan.
Umurnya baru 21 tahun. Lihat wajahnya. Anak yang rupawan."

Pohon-pohon platan yang terpangkas, berkerumun
seperti patung-patung purba, bertahun-tahun
lamanya, di pelataran. Gelap mulai diam,
mulai seragam
dan di kejauhan ada sebuah kota, kelihatannya: kaligrafi cahaya,
coretan-coretan api pada ufuk,
isyarat dalam abjad,
kata-kata buruk.

Tak ada yang membikin kita bebas rasanya.
Opsir itu pun terduduk, memimpikan anak-anak, oknum yang
bercerita tentang cheri pertama yang jatuh ke pundak.
Mereka tak ada lagi, bisiknya, tak ada lagi.

Hanya seakan ada yang meneriakkan tuhan, lewat lubang angin
di tembok kiri, ke dalam deru hujan, menyeruakkan ajal,
memekikkan ajal, dan desaunya seperti sebuah sembah
yang tak jelas,
nyeri, sebuah doa dalam bekas.

Apa yang ingin kita lakukan setelah ini?
Ibu itu: ia membungkus kembali kepala yang dibawanya,
dari Zagreb, dan melangkah ke jalan.
Orang-orang tak menawarkan diri untuk mengantarkan.
Di sana, di akanan kejauhan, arah raib, zuhrah raib.
Bintang barangkali hanya puing, dan timur, di mana pun
timur,
hancur.

Tapi barangkali ia tahu apa nama kota berikutnya.



1994
"Puisi: Zagreb (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Zagreb
Karya: Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top