Bisnis

header ads

Puisi: Berlayar Sepanjang Pantai (Karya Diah Hadaning)

Berlayar Sepanjang Pantai
Berpikir tentang Kemerdekaan

Sebuah tumbal paling mahal 
bagi bendera di angkasa hari ini
adalah air mata tak pernah sudah
iringi kepergian tanpa kembali
saat mimis iris dada tipis seorang lelaki
sementara orang-orang tak beriman
diam-diam lakukan transaksi pengkhianatan
kini kueja kembali makna kemerdekaan
di antara ladang bunga
dan kampung-kampung gusuran
anak siapa menangisi air matanya
telah jadi genangan bekas galian
: mari berlayar sepanjang pantai tanah air
akan kau mengerti kemerdekaan yang lain
angin berhembus di sauh kepucatan
ombak sentuh kakimu yang berjuntaian
lalu kau berseru ke arah matahari
seleret burung melintas tinggi
kebebasan yang hakiki milikmu
sementara perahu kita terus melaju.

: Jangan kembali ke daratan, pintamu
aku akan terperangkap dan menangis lagi
aku mengerti, ibumu laut bapamu langit
dan kita kuik elang sisa peradaban.

Bogor, 1995
"Puisi: Berlayar Sepanjang Pantai (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Berlayar Sepanjang Pantai
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar