Catatan Kawat Beduri

Kawat berduri mencabik mata
tak leluasa menatap langit
barikade menahan dlengan
ingin meraih pejuang muda
luka terperangkap pongah dunia
kawat berduri mencabik hati
tak leluasa menjabat sesama hati
di antara gelegar artileri
siapa lagi kita tangisi hari ini
kawat berduri mencabik rahim
lahir anak zaman sebelum waktu
di antara dendam membara desing peluru.

kawat berduri mencabik segala
kepala - rahim - dada perempuan
darah mengalir dari pusar dan bibir
merahkan kawat-kawat berduri
merahkan tanah limbah dosa penguasa
merahkan jarak yang terus 'nganga
perbedaan
kepentingan
tahta dunia.

Bogor, 1993
"Puisi: Catatan Kawat Beduri (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Catatan Kawat Beduri
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top