Ketika Agustus telah Lewat

Janur-janur kuning layu
terbuang di jalan-jalan dan hanyut di kali
tiang-tiang bendera telah pula bersandar damai
sepi dari angin sepi dari kibas kain
ada sesuatu di jantung kota, adikku
pekik dan tawa bukan lagi berbunyi: merdeka!
Tapi: ayo santai sampai pagi!
Tidakkah kau percaya
ini tanda orang lupa merdeka itu untuk apa
tinggalkan ruangan
sebelum hatimu tersangkut pada yang remang
ada kerja yang belum selesai
ada matahari yang semakin tinggi
hari ini.

Jakarta, 1977
"Puisi: Ketika Agustus telah Lewat (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Ketika Agustus telah Lewat
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top