Bisnis

header ads

Puisi: Menyimak Layar Kaca (Karya Diah Hadaning)

Menyimak Layar Kaca

I
Layar kaca terus nyala
suaranya berdentang-dentang
layar kaca terus nyala
mengusung hingar-bingar.

Di luar layar terus menggila
ada yang membanjir
di luar layar terus 'nggelombang
ada yang anyir.

Siapa menyimak buku tua
ramalan sang jaya baya
siapa segera berkata
nyata awalnya gara-gara.

Layar kaca terus mengerang
layar kaca terus berdentang
bikin kaki ingin menendang
bikin tangan ingin melayang.

II
Orang-orang 
haus berita baru
orang-orang
melahap koran-koran
pagi siang sore malam.

Orang-orang
haus gambar baru
orang-orang
mengunyah layar kaca
fajar ke senja.

Orang-orang lapar bicara:
Luar biasa!
Yang mana?
Penjarahan itu!
Itu kan dosa?
Itu kan adil!
Ah... masa?
Kalau yang dijarah kaya banget
kalau yang dijarah arogan banget
kalau yang dijarah kikir banget
kalau yang dijarah oportunis banget
jadi bikin gemes banget!
jadi begitu syaratnya?

Juli, 1998
"Puisi: Menyimak Layar Kaca (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Menyimak Layar Kaca
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar