Bisnis

header ads

Puisi: Muara Angke di Satu Siang (Karya Diah Hadaning)

Muara Angke di Satu Siang

Muara Angke wajah kita hari ini
Muara Angke nafas kita hari ini
Muara Angke harapan-harapan kita tersimpan
dari berbagai siang mengambang
musim datang musim melenggang.

Masihkah kau bersaksi
lalu musim pergi dan berganti
wajah bocah di balik kisi jendela
entah menatap siapa
sementara perahu motor meluncur tiap hari
dengan ceritanya sendiri
barangkali menatap kita
yang melintas baru pertama kali
Muara Angke tiba-tiba menjadi cermin retak
yang bingkainya sajak-sajak
sementara tahun-tahun menimbun
kisah turun-temurun
lumut pun menebal di teritis bambu
air kuning kecoklatan selalu
mengguyur tubuh-tubuh bocah dimandikan.

Dan parabola-parabola di balik sana
tak lebih fatamorgana
tapi bocah-bocah masih tertawa
sesekali mendongak angkasa
tanpa sempat lagi membaui udara
karena tiap hari terasa sama saja.

Jakarta
Desember, 1991
"Puisi: Muara Angke di Satu Siang (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Muara Angke di Satu Siang
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar