Padang Katelong

Bergoyang kuda putih
gempita padang katelong
Bergerak satria putih
mayat-mayat bergelimpangan.

Kebowaju agul-agul tanah seberang
mekar alisnya bagai duri
kumis sebelah sekepal tangan
Mengamuklah si celeng hitam
mandi keringai air cabai
Di pusat ladang
mereka bertemu dalam nyala
runtasan dengan runtasan
Kelopak langit memuntahkan asap kemenyan
mengaburkan wajah siang
Keris satria putih terjatuh
Aduh, direbut oleh musuh
ditikamkan ke dada yang punya
Semburat darah putih
Tubuh rebah mencium bumi
Karena bumi adalah ibu.

Ketika musuh akan memenggal lehernya
malaikat tak tega menyaksikannya
Satria putih lenyap entah ke mana
Ke manakah ia dibawa?
Sari podak harum menembah rimba.

"Puisi: Padang Katelong (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Padang Katelong
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top