Bisnis

header ads

Puisi: Tinggalkan Lorong-Lorong Lusuh Itu (Karya Diah Hadaning)

Tinggalkan Lorong-Lorong Lusuh Itu

Glamour hari ini hanya di jantung kota
di jantungmu, desah belukar desa
tapi tidak harus diterima ucapan mereka:
kalian orang-orang lapar kaki lima
adalah alas sepatu, kaleng apkiran di tanah ini.

Nyanyian hari ini, hanya dalam aubade saja
hari-harimu sederhana yang tercabik
cuma dengus nafas anyir tanpa suara
tapi tidak harus kalian cuma tanya-tanya:
siapa-siapa berani dan peduli
membawa kami serta dalam barisan panjang perjalanan
kami ini produk jaman atau apa lagi?

Kalian orang-orang lapar kaki lima
yang bukan kaleng apkiran atau alas sepatu
tinggalkan seribu Tanya di ujung tumitmu
tinggalkan saja lorong-lorongmu yang lusuh
berbarislah penuhi jalanan kota
bernyanyilah, beri salamlah, dengan sopan dan ceria
kepada segala Tetua Nusa dan ikrarkan pada mereka
kalian setia sampai sorga mau pun neraka
menjadi perjurit mau pun tukang negeri ini
yang bukan gombal tapi pijat lelatu
tapi mintalah janji: sejahtera sama-sama!

Jakarta, 1980
"Puisi: Tinggalkan Lorong-Lorong Lusuh Itu (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Tinggalkan Lorong-Lorong Lusuh Itu
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar