Bisnis

header ads

Puisi: Dalam Kereta Bawah Tanah, Chicago (Karya Sapardi Djoko Damono)

Dalam Kereta Bawah Tanah, Chicago

“Siapakah namamu?” Barangkali aku setengah tertidur waktu
kautanyakan itu lagi. Bangku-bangku yang separo kosong,
beberapa wajah yang seperti mata tombak, dan dari jendela:
siluet di atas dasar hitam. Aku pun tak pernah menjawabmu,
bahkan ketika kautanyakan jam berapa saat kematianku,
sebab kau toh tak pernah ada tatkala aku sepenuhnya terjaga.

Baiklah, hari ini kita namakan saja ia ketakutan, atau apa
sajalah. Di saat lain barangkali ia menjadi milik seorang
pahlawan, atau seorang budak, atau pak guru yang mengajar
anak-anak bernyanyi – tetapi manakah yang lebih deras
denyutnya, jantung manusia atau arloji (yang biasa
menghitung nafas kita), ketika seorang membayangkan
sepucuk pestol teracu ke arahnya? Atau tak usah saja kita
namakan apa-apa; kau pun sibuk mengulang-ulang
pertanyaan yang itu-itu juga,
sementara aku hanya separo terjaga.

Seandainya -

"Puisi Sapardi Djoko Damono"
Puisi: Dalam Kereta Bawah Tanah, Chicago
Karya: Sapardi Djoko Damono

Posting Komentar

0 Komentar