Keroncong Kebayoran
(Untuk Anny Djati W, Ariana Pegg & Yo Sugianto)

Aku ditinggal oleh perempuan yang suka membaca Sartre dan mendengarkan lagu The Virgin itu. Hatiku somplak. Dunia hancur seperti kaca cermin yang dibanting. Aku patah hati seperti anak kemarin sore. Aku masuk kafe. Dugem. Hidup jadi memble. Alam semesta tertawa. Seperti cangkang kepiting, aku ingin menggigit lehernya.

Aku nyalakan televisi. Aku lihat  seorang presiden dilempar sepatu dan tubuh orang yang terjun dari apartemen terbujur di tanah berdarah-darah. Kulihat juga para penyiar tolol yang suka memotong-motong kata dan mereka-reka berita. Lalu kudengar Indonesia Raya dan suara bendera disobek. Seperti cangkang kepiting, aku ingin menggigit lehernya.

Aku terbang ke Mal di Kebayoran. Bersama Anny,  Yo dan Ariana Pegg minum kopi di Radja Ketjil. Selama ngobrol berkali-kali kami minta asbak diganti. Dan di seberang sana, pesawat televisi menyiarkan gambar presiden sedang marah, penyiar televisi yang suka memotong kata, dan suara bendera disobek. Seperti cangkang kepiting, aku ingin menggigit lehernya.

Sekarang aku ingat masalahku sendiri.

Aku ditinggal oleh perempuan yang suka membaca  Sartre dan mendengarkan lagu The Virgin itu. Hatiku somplak. Dunia hancur seperti kaca cermin yang dibanting. Aku patah hati seperti anak kemarin sore. Aku masuk kafe. Dugem. Hidup jadi memble. Alam semesta tertawa. Maka aku buka mesin fotokopi. Kuletakkan lembaran tubuh perempuan itu  di atasnya. Dan di bagian yang lain, mesin fotokopi itu mengeluarkan tubuh yang lain. Seperti cangkang kepiting, aku ingin membelai lehernya.

14 Desember 2009
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiKeroncong Kebayoran
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post A Comment:

0 comments: