Episode Mosaik

I
Sesudah episode kabut
di antara mosaik negeri zamrud
lukiskan nuansa
sejuta makna
engkau mencoba mengeja
di antara alif ba ta
di antara ha na ca ra ka.

Kini hadir episoda baru
angka-angka menyapamu
dengan bahasanya sendiri
menghitung langkah dan umur
menghitung mawar dan anggur
di antara satu - dua - tiga
di antara eka - sapta - nawa.

Langkahmu terus berdetak
tinggalkan padang-padang kembara
seiring musim dan desing angin.

II
Langkahmu terus berdetak
bahkan ketika kota terbakar
api telah mulai padam
di gedung agung masih ada yang menggeram
namun Allah Maha Rahman
bagimu dihadirkan-Nya taman
sambutlah Karunia
patrikan Bunga Menara
jadi relief dalam jiwa.

Itulah mahkota kehidupan
kemilau dalam keagungan
nafas taqwamu yang mawar
terus mewangi 
dari subuh ke subuh
dari magrib ke magrib
mengendap gemerlap
mengental bak kristal
memutih jadi tasbih.

Bogor
Juli, 2000
"Puisi: Episode Mosaik (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Episode Mosaik
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top