loading...

Jakarta 95

Manakala
bumi mulai buram hijaunya
Manakala
langit mulai buram birunya
Manakala
musim mulai tak menentu.
Penyair
temukan yang hilang itu
di lubuk
hati sendiri.

Manakala
kota merimba beton ke beton
Manakala
bantaran sungai memadat rumah
Manakala
musim mulai berdahak.
Penyair
temukan senyum mentari pagi
di hampar
jiwa sunyi.

Jakarta yang dikejar
Jakarta yang empati ambyar
Jakarta yang janji tak mekar.

Jakarta
Oktober, 1995
"Puisi: Jakarta 95 (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Jakarta 95
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top