loading...

Mozaik Juli di Pinggiran

Di halaman sanggar
ada kesenian masih digelar
di antara denyut lapar.

Di halaman berumput
ada yang masih menggigil
jiwanya sedang terpanggil.

Sang dayang menyapa:

Syukur kau sadar
Ya, aku harus abadikannya
Syukur kau setia
Ya, aku sudah mabok derita
Jaga terus kau punya jiwa
Ya, aku wereng jikalau alpa
Jangan sampai dimangsa kala
Ya, aku siagakan angin di dada
Kala kini 'nggegirisi
Ya, aku tak kapok jadi manusia.

O, negeriku hijau
kini mirip kar bakau
tapi cintaku selalu kemilau.

Juli, 1998
"Puisi: Mozaik Juli di Pinggiran (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Mozaik Juli di Pinggiran
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top