Bisnis

header ads

Puisi: Di Pinggir Dermaga Tua (Karya Diah Hadaning)

Di Pinggir Dermaga Tua

Di pinggir dermaga tua
memadat nasib sekelompok nelayan dalam mantra
manakala menghantar sepasang kepala kerbau
bertudung kembang sesaji seribu isi
matahari dan ombak pun saling bersambut
begitu desah menguncur di setiap geletar mulut
berikan-berikan-berikan
rahmat kepada kami
selamat kepada kami
nikmat kepada kami.

Kepada penguasa samodra doa dironce doa
angin menyambut asap dupa menyambut suara-suara
semua semakin khusuk:
laut jagalah pasang surut
ombak jagalah laut
Neptunus, Aquanus, jagalah ombak
biar selamat kami melaut tujuh turunan.

Gelegarrr!
dinamit membunuh doa membunuh nyanyi samodra
semua pun tercengang menatap ke laut lepas
ada apa-apa-apa-ada apa
sesaji dan tumbal hanyut sendiri
di pinggir dermaga tua tinggal gebalau caci maki
ketika sebuah trawl asing mencuri ikan-ikan tenggiri.

Jakarta, 1980
"Puisi: Di Pinggir Dermaga Tua (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Di Pinggir Dermaga Tua
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar