Bisnis

header ads

Puisi: Monolog Nelayan Tua tentang Kemerdekaan (Karya Diah Hadaning)

Monolog Nelayan Tua tentang Kemerdekaan

Perjalanan menghela mimpi besar
buah kemerdekaan itu
orang-orang saling menafsirkan
ada tak ada pertanda zaman
hari ini sebuah kenyataan
mozaik peradaban kilas berita rekaman
orang-orang saling bicara
dari mimbar ke mimbar
sesekali menerawang langit lepas
sesekali tenggelam dalam doa-doa
banyak sudah yang berubah
buah kemerdekaan itu
ada dalam saling rampas tata kota
ada dalam angkuh di jalan raya
ada pada orang-orang kehilangan rumah
yang berumah kehilangan makna.

Hari ini sebuah elegi, isteriku
kata seorang nelayan tua kehilangan laut
ingatannya melayang mengapung
di atas ombak-ombak laut suwung
kapalnya dulu ikut bebaskan tanah Irian
darah di nadi dulu jadi ikatan
lusa sebuah mimpi besar, isteriku.

Bogor, 1994
"Puisi: Monolog Nelayan Tua tentang Kemerdekaan (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Monolog Nelayan Tua tentang Kemerdekaan
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar