loading...

Paris Bulan Juni
buat M & D

Dalam tiga hari
kulihat ribuan lukisan
dan peninggalan-peninggalan sejarah
sampai kepala pusing
lalu tersandar sunyi
di atas bateaux mouches
dalam gerimis yang menderas
menyusuri Seine.

Kerangka besi Menara Eiffel
kuserbu bersama para wisatawan
yang mencari keriahan
namun toh hanya menemukan sunyi
dalam keriuhan cemas
orang-orang yang selalu bergegas
sepanjang Chams Elysees
di bawah bayang-bayang Arc de Triomphe.

Bahkan angin yang menempelak dingin
tak lebih ramah
dari pada gedung-gedung angkuh
yang memandang hina
pada manusia-manusia lata
yang mencoba menjenguk
kebesaran masa silam
sambil melupakan kenistaan diri sendiri.

Tak 'ku tahu lagi
apakah aku sendiri yang terbatuk
atau laki-laki tua yang duduk mengantuk
dalam metro terakhir
ke Mairie d'Ivry
karena aku hanya bisa bertanya pada sunyi
karena diam di sini
dianggap kebijakan paling tinggi.
 
  
1972
"Puisi: Paris Bulan Juni (Karya Ajip Rosidi)"
Puisi: Paris Bulan Juni
Karya: Ajip Rosidi

Post a Comment

loading...
 
Top