Bisnis

header ads

Puisi: Percakapan Burung (Karya Diah Hadaning)

Percakapan Burung

I
Di celah pohon-pohon zaman
ingin kusembunyikan kecemasan
manakala kudengar
siapa-siapa bicara
tentang pulau besar
yang akan dibangkitkan
adakah warna-warna akan berubah
hijau pekat pohon tinggi
putih terang buih pantai
biru jernih langit Wamena
harum semak lembah Baliem.

Angin hutan purba
sahabatku setia
masihkah akan
menggerai jurai bulunya.

(Seekor cenderawasih
bercakap dengan kasuari)

II
Angin akan rindu kepak sayapku
tapi ia sulit datang
karena hilang hutan
jika satu saat
di sini segala dibabat 
tanda-tanda sudah mendekat
kau dengarkah
anak manusia satu dusun
mulai mengeluh sungainya kena limbah
nampaknya tiada jua
yang tersisa
sementara anak manusia 
masih terus berlomba.

Angin akan sulit datang
mengantar suara sakti
genderang pada Ondoafi
karena anak manusia rakus
ciptakan perang yang lain

(Seekor kasuari
bercakap dengan kasuari)

Bogor
April, 1994
"Puisi: Percakapan Burung (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Percakapan Burung
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar