Di Kota Itu, Kata Orang, Gerimis Telah Jadi Logam


Di kota itu, kata orang, gerimis telah jadi logam. Di bawah cahaya
hari pun bercadar, tapi aku tahu kita akan sampai ke sana.

Dan kita bercinta tanpa batuk yang tersimpan, membiarkan
gumpal darah di gelas itu menghijau. Dan engkau bertanya
mengapa udara berserbuk di antara kita?

Lalu, pagi selesai, burung lerai dan sisa bulan tertinggal di
luar, di atas cakrawala aspal.

Jika samsu pun berdebu, kekasihku, juga pelupukmu.
Tapi tutupkan matamu, dan bayangkan aku menjemputmu,
mautmu.
 
1971
"Puisi: Di Kota Itu, Kata Orang, Gerimis Telah Jadi Logam (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Di Kota Itu, Kata Orang, Gerimis Telah Jadi Logam
Karya: Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top