loading...

Ranjang Pengantin, Kopenhagen


Di luar salju terus. Hampir pagi
tubuhmu terbit dari birahi.
  
Angin menembus. Hilang lagi
napasmu membayang dalam dingin. Mencari
  
Panas khatulistiwa itu
gamelan perkawinan itu
tak ada kini padaku.
Adakah kau tahu?
  
Hanya ingin, hanya senyap, hanya rusuk
dari mana engkau ada.
Hanya dingin. Lindap. Lalu kantuk.
Dari mana engkau tiada.
 
"Puisi: Ranjang Pengantin, Kopenhagen (Karya Goenawan Mohamad)"
Puisi: Ranjang Pengantin, Kopenhagen
Karya: Goenawan Mohamad

Post a Comment

loading...
 
Top