Di Bukit Wahyu

Tengah hari di bukit wahyu kubaca Puisi-Mu.
Aku tak tahu manakah yang lebih biru,
langitkah atau hatiku?

"Kun!" perintah-Mu.
Maka terjadilah alam,
rahmat dan sorga.
Bahkan di hidung anjing
Kau bedakan sejuta bau.

Dalam jiwaku kini hinggap sehelai daun yang gugur.
Selanjutnya senandung,
lalu matahari mundur ke ufuk timur,
waktu pun kembali pagi.

Di mata embun membias rentetan riwayat,
mengeja-ngeja desir darahku.
Ada selubung lepas dariku,
angin pun bangkit dari paruh kepodang di pucuk pohon kenanga.
1979
"Puisi: Di Bukit Wahyu (Karya D. Zawawi Imron)"
Puisi: Di Bukit Wahyu
Karya: D. Zawawi Imron

Post a Comment

loading...
 
Top