Drama Tanah Tercinta

Seribu matahari membakar tanah ini
duka-duka menguap jadi pelangi
nyawa-nyawa tersisa jadi arang dupa
asap 'nembus langit cari Tuhan-nya
suara-suara genta lagu merdeka
sentuhi derita-derita
lama terkandung dalam rahim bumi tua
adakah wangi masih di dalamnya
'tuk memanggil-Mu Tuhan hapus ini durhaka
lama meraja di tanah tercinta.

Biarlah guruh dan petir jadi musik di hati
hantar rinduku yang sangat
hancurnya durhaka di rumah sendiri
lama cemari bumi Ibuku
kidung dan doa tuntas malam ini, Tuhanku
pijarkan dendamku pada sang durhaka
yang membuat Ibu terbelenggu kebebasannya
yang membuat Ibu sandang mala saat merdeka
pacukan kekuatan di tangan ini, Tuhanku
kukuhkan cinta dan harapan
karena dengan tangan ini jua
ingin kuangkat sendiri
Ibuku 'nerobos pintu durhaka.

Yogya, 1976
"Puisi: Drama Tanah Tercinta (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Drama Tanah Tercinta
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top