loading...

Gumam Doa Lembah Utara
(Cucu Peladang Tua yang menatap kehijauan lembah Muria)

Matahari merah dan langit semburat menyatu
mengantar hadirnya Gunung Muria meniti pagi
antara kabut meriap di seluas padang hijau temaram
dan embun-embun siap mengusap dari rerumputan
hijau begitu sayup dan lembut
telah dipandanginya selama masa kanaknya
setiap pagi menjelang turun ke ladang
inikah kedamaian itu, -tanyanya sederhana
pada udara lembut menyegari peparunya.

Aki canggah dan aki buyutnya juga ada di sini
lelah damai menyatu dalam lembut bumi
ia tak pernah merasa kehilangan mereka
seperti setiap orang di lembah ini tak pernah
merasa ditinggalkan kehadiran gaib para leluhur
mereka mendengarkan doa-doa keturunan
sementara Gusti Allah menurunkan rahmat sederhana
setiap pagi dini terasa menjadi berkah tak kunjung habis
berkah abadi kepada lembah lestari
damainya beranak pinak
tanpa hiruk pikuk cemar dunia kota
berladang dan bekerja berguyub dan bermitra
mengidungkan alam jika turun malam
lembah Muria damai tentram 
sebagian alam murni yang tersisa
rahmat Allah tiada tara.

Bogor
Januari, 1994
"Puisi: Gumam Doa Lembah Utara (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Gumam Doa Lembah Utara
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top