Ibadah Separoh Usia

Kalimat-kalimat yang kau ucapkan
berguguran dalam shadatku. inilah
kidung yang digumamkan!

Berapa putaran dalam sembahyang langit.
tengadah di bawah hujan yang menaburkan
ayat-ayat tak pernah dibaca.

Aku tak menemu akhir sembahyangku
yang gagap. lilin-lilin tak menyala
dalam ruangan tanpa cahaya. gema mazmur
yang disenandungkan dari ruang mimpimu
beterbangan dalam tidur gelisahku. dan
khotbah yang sayup, bertebaran dari
mulut-mulut kesunyian.

Telah kautabuh loncengmu? Sembahyangku
tak juga menemu akhir.

1992
"Puisi: Ibadah Separoh Usia (Karya Dorothea Rosa Herliany)"
Puisi: Ibadah Separoh Usia
Karya: Dorothea Rosa Herliany

Post a Comment

loading...
 
Top