Jala-Jala yang Tergantung

Kampung nelayan masih mengirim bau laut di antara
kesiur anginnya semilir rendah di pohon bunga merak
dan bougenvile menyalami angan-angan yang mencoba
menangkapnya kembali dalam kemasan yang kau
dan aku memahami karena kita ikan-ikan kecil
oleh nasib perkabungan terjaring jala yang sama.

Lelah mencari jejak langkah ayah
terburai angin sepanjang musim
mencoba mengubah diri menjadi ikan-ikan kecil kembali
yang merindukan terjaring jala
tapi jala-jala telah tergantung lama di teritisan.

Nelayan tua saksi zaman
tapi jala-jala telah tergantung lama di kelopak mata
menjadi serat imajinasi bagi mereka yang tak punya lagi masa kini.

Kampung nelayan masih mengirim bau laut di antara
kesiur anginnya semilir rendah di semak hati kita
jala-jala pun tergantung lama
jala-jala pun menjaring umur kita.

Bogor
Mei, 1994
"Puisi: Jala-Jala yang Tergantung (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Jala-Jala yang Tergantung
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top