Lelaki Muda di Titik Nol

Bencana-bencana adalah bahasa alam 
isyarat wingit harus diurai
hanya hati tak mencaci
bisa memaknai
di titik nol lelaki muda tak peduli
kesalahan tetap milik yang lain
bencana silih berganti
tembus sampai di jaga diri.

Terus menuju tenggara bumi tanpa tepi
tapi angan menapak di bayang malam yang jauh
antara Baranang siang dan Kebun Kelapa
antara Rumentangsiang dan Kosambi lama
bibit mimpi anak manusia
sembunyi di antara ayat-ayat
antara segala atas nama
bisa sonata bisa rubayat.

Lima waktu sudah
shalat dhuha sudah
meditasi sudah
bumi geliat lelah
di mana salah.

Bayang mengerang
di tanah gersang alam menghadang.


Bogor
Desember, 2002
"Puisi: Lelaki Muda di Titik Nol (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Lelaki Muda di Titik Nol
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top