Bisnis

header ads

Puisi: Membaca Merapi, Membaca Dusun Tutup I (Karya Diah Hadaning)

Membaca Merapi, Membaca Dusun Tutup I

Lereng Merapi jam delapan pagi:
mega putih kapas saput rasa getas
kidung mengapung sibak kabut
menyapa ruh gaibnya gunung
di gumpal mega terbaca pesan Sang Resi.

Saat ditanya dua dari lima
tugas insan dalam gelar kehidupan
pejalan sunyi mengeja hati:
menghidupkan yang hidup
dan memberi makna kehidupan
Sang Resi menoreh mega
senyum bias surya
menyibak misteri kembali menyapa:
carilah yang harus dicari, ya perempuanku
hitunglah yang harus dihitung, ya muridku
bagai air mengalir seni untuk kehidupan
pagari nanti dimangsa banaspati.

Mega menebar busana berkibar
senyum arif terurai
pejalan sunyi masih menatap lama
bayang yang hilang
seiring suara ricik kali bening.


Lereng Merapi
Purnama, Maret 2004
"Puisi: Membaca Merapi, Membaca Dusun Tutup I (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Membaca Merapi, Membaca Dusun Tutup I
Karya: Diah Hadaning

Posting Komentar

0 Komentar