loading...

Monolog Seorang Anak Indonesia

Bendera masih berkibar di udara
peluru di dadamu ikut menebusnya
kuzikirkan doa-doa sederhana
mendesirkan Karisma-Nya
kemerdekaan bagai pohon tumbuh
kemerdekaan bagai plaza bermozaik
ada gerak, ada keindahan
meski musim jadi dataran berkabut
aku terus bersaksi tanpa ratap
akarku tak tercerabut
sesekali jika aku tak mengerti
pada kenanganmu jawab kucari
lalu menyusuri jalan setapak
hijaukan lahan-lahan dalam ingatan
birukan langit pada mata menyipit
utihkan kembang randu tanda kemarau
sambil mengeja makna kemerdekaan
sambil tengarai tahun-tahun perjuangan.

Dan aku terus bersaksi
dan aku terus berdoa
kurasakan angin berhembus
bendera melambai menyapa
orang-orang selesaikan upacara.

Bogor, 1995
"Puisi: Monolog Seorang Anak Indonesia (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Monolog Seorang Anak Indonesia
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top