loading...

Panmunjom


Telah enam belas tahun mereka berdiri di situ
dengan sangkur terhunus dan hati curiga selalu
Menjaga garis-khayali yang menjadi saksi
tragedi kesia-siaan manusia di muka bumi.

Mereka datang dari seluruh penjuru dunia
lantas dengan sangkur terhunus di situ berjaga
awan hitam peperangan mengancam dengan geram
membikin alam mati. Sawah-sawah terbengkalai
unggas pun diam.

Mereka tak henti-hentinya bersipandang penuh curiga
menatap ke seberang garis-khayali yang masing-masing hendak jaga
telah enam belas tahun, dan masih enam belas tahun lagi
tak seorang pun yang tahu kapan akan berhenti.

Mereka telah berdiri di situ untuk selamanya
berjaga di dunia fana yang senantiasa sia-sia
tak tahu untuk apa, tak tahu mengapa;
namun matanya selalu menatap penuh curiga.
 
  
1970
"Puisi: Panmunjom (Karya Ajip Rosidi)"
Puisi: Panmunjom
Karya: Ajip Rosidi

Post a Comment

loading...
 
Top