loading...

Percakapan Bulan Juli

I
Layar kaca masih nyala
suaranya berdentang-dentang
orang-orang mendekat
orang-orang menyimak.

Apa kata berita?
Aktualita!
Hari ini apa?
Kasusnya Trisakti!
Belum juga tuntas?
Ada laporan yang dikebiri!
Lalu apa lagi?
Kasus orang hilang!
Mungkin ada yang tewas?
Begitu tutur Lustrilanang!
Kasus apa lagi kata orang?
Padang golf dan Tapos
Apa jadi keropos?
Ah, jadi histeria massa!
Karena lama puasa?
Sudah puasa terlalu lama!
Yang Senen Kemis bagaimana?
Sudah praktek lama!
Lalu 'njarah saja?
Asal adil!
Lho, mana biasa?
Asal yang dijarah itu predator!

II
Ada siang berawan
di trotoar kota ia henti
menyimak spanduk mati
seseorang mendekati
Hai, apa yang kau lihat?
Misteri dalam kalimat!
Kenapa nampak sedih?
Coba redam titik didih!
Ada yang salah dalih?
Ada yang suka jadi kambing terpilih!
Ini benar zaman edan?
Ada yang suka jadi kambing terpilih!
Ini benar zaman edan?
Ini zaman berbiaknya setan!
Kemana cari selamat?
Mati dulu baru ketemu malaikat!
Kenapa sarkastis?
Cinta pertamaku korban si sadis!
Kenapa tuturmu amis?
Cinta terakhirku diterjang mimis
Oooh, cerita itu lagi?
Heeem, bias lain dari Trisakti!

Juli, 1998
"Puisi: Percakapan Bulan Juli (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Percakapan Bulan Juli
Karya: Diah Hadaning

Post a Comment

loading...
 
Top